5 Tips Meraih Impian Lebih Mudah dengan Menabung

by | May 18, 2019 | #KokoFYI, Inside, Tips dan Trik | 0 comments

“Nabung lewat celengan, ujung-ujungnya kepake lagi. Sudah nabung via rekening, eh sering kalap dan lupa harus disisihkan buat masa depan. Gimana mau tercapai mimpinya?”

-Dasar aku..

Hampir semua orang pasti pernah mengalami kejadian diatas. Menabung memang jadi salah satu cara supaya bisa membeli produk atau jasa dengan cara menyisihkan uang. Selain itu menabung juga dapat digunakan untuk masa depan ataupun persiapan di hari tua. Waktu di sekolah, Bapak Ibu guru selalu mengajarkan tentang pentingnya menabung. Namun apakah cara menabung dari kalian sudah benar? Atau justru celengan ayam kalian sudah sering dioperasi (dibolongin) karena ada urusan mendadak?

Menabung memang cukup mudah secara teorinya. Praktiknya yang membuat kita sering kelabakan. Pemasukan besar ataupun kecil itu bukanlah sebuah masalah yang besar. Berapapun uang bulanan dari orang tua dan gaji kalau cara menabungnya salah tetap saja tidak efektif. Mulai dari anak sekolah, kuliah, hingga yang sudah bekerjapun seringkali dibuat berpikir,

“Kok tabunganku belum nambah-nambah ya?”

“Kalau begini terus, gimana bisa beli itu. Gimana bisa financial freedom nantinya?”

Financial freedom (bebas finansial) adalah posisi dimana kita bisa memenuhi segala kebutuhan kita tanpa harus bekerja [1]. Ibaratnya kalau sekarang pengeluaran kita sebesar 3 juta perbulan, kita tetap bisa hidup dari jumlah pengeluaran itu tanpa harus aktif lagi mencari uang seperti yang dilakukan saat bekerja dulu. Konsep ini cocok buat kalian yang mau menyiapkan dana pensiun supaya tidak merepotkan anak dan tetap bisa nyaman di masa pensiunnya.

Kali ini aku bakalan bagi pengalaman dan tips meraih mimpi lebih mudah dengan cara menabung ala Kokosten. Penasaran? Yuk simak terus ya..

Tips #1 – Catat Pengeluaran

Seringkali pemasukan dan pengeluaran cuma numpang lewat di tabungan aja kan? Kalau sudah masuk dompet, cepet banget berkurangnya. Nah, mencatat pengeluaran sangat penting buat kalian loh. Sekecil apapun harus dibiasakan dicatat supaya semuanya terekam. Coba mulai dipikirkan, kira-kira uang bulanan atau gaji kalian habis karena apa? Uang kos, biaya transport, biaya makan, belanja, nongkrong cantik, bayar tagihan, atau pengeluaran lain yang gak jelas?

Kokosten juga udah mulai ini semenjak masuk kerja. Pencatatan ini juga gak harus manual di kertas kok. Sekarang sudah banyak aplikasi yang menyediakan pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara gratis. Tujuannya adalah semuanya bisa dipantau dan dievaluasi. Evaluasinya bagaimana? Saat diakhir bulan atau hari sebelum gajian coba lihat lagi catatan yang sudah dibuat. Kira-kira sudah hemat atau justru tekor pakai uang dari tabungan?

Idealnya adalah 40:40:15:5 dari pemasukan. Apa aja tuh? Setiap ada pemasukan porsinya perlu kalian bagi sebesar 40% untuk konsumsi dan hidup harian, 40% untuk tabungan dan investasi, 15% untuk dana darurat, dan 5% untuk amal ibadah. Tentunya tiap orang punya persentase yang berbeda. Kalau kalian mau yang lain lebih tinggi, berarti harus mengorbankan yang lain agar tercapai.

Tips #2 – Prioritaskan yang Paling Penting

Setiap mendapatkan pemasukan cobalah untuk menyisihkan terlebih dahulu. Jangan menabung dari sisa uang yang sudah kalian gunakan. Dengan begitu kontrol pribadi akan lebih mudah. Setelah itu dilakukan maka harus mulai memprioritaskan hal yang penting. Evaluasi pengeluaran bulanan menjadi penting dalam tahap ini.

Prioritas yang paling penting adalah hutang/cicilan, amal ibadah, tabungan untuk masa depan, dana darurat, dan konsumsi keseharian. Tinggi rendahnya prioritas tergantung komitmen pribadi. Hutang atau cicilan sebaiknya dipenuhi dulu karena dapat mengganggu pemasukan bulan berikutnya. Kalau kamu tidak punya hutang atau cicilan lain (kartu kredit, KPR, mobil, dan sebagainya) dapat dialokasikan untuk disimpan di tabungan.

Tips #3 – Berhemat

Berhemat memiliki 2 konsep, yaitu: berhemat dari mengurangi kegiatan yang biasa dilakukan dan berhemat dengan tidak membeli produk/jasa tertentu. Memakai transportasi umum bisa menghemat pengeluaran yang cukup besar apalagi di kota besar. Biaya tol, parkir, BBM, servis rutin bisa merogoh kocek kalian lebih besar dari perkiraan. Nongkrong cantik sepertinya sudah menjadi tren anak muda jaman sekarang. Coba deh dihitung, misalnya tiap nongkrong cantik dan transportnya bisa Rp 100.000,00 perminggu. Maka dalam sebulan mengeluarkan kocek Rp 400.000,00. Dalam setahun bisa setara hampir 5 juta, kan? Lumayan kalau kalian tabung atau digunakan buat traveling, kan?

 

Tips #4 – Jangan Lupa Catat Impianmu

Hal ini gak kalah pentingnya dengan tips sebelumnya. Lebih baik kalian mencatat supaya tetap ingat dengan impian daripada nanti lupa karena hanya diingat dipikiran saja. Impian itu ada 3, mulai dari impian jangka pendek yang dapat dicapai 0-3 tahun dari sekarang, impian jangka menengah 3-5 tahun dari sekarang, dan impian jangka panjang yang dapat dipenuhi lebih dari 5 tahun. Gak hanya itu, impian juga perlu dicatat dengan SMART [2], singkatannya adalah:

  • Specific: Impian atau tujuan harus ditulis secara spesifik dan detail agar memudahkan pencapaiannya
  • Measurable (dapat diukur): Selain dapat diukur, hal lainnya adalah seberapa sering, seberapa lama, seberapa banyak, dan sebagainya. Bagaimana kalian bilang kalau impian kalian sudah dicapai? Contoh dari measurable adalah ingin ke Pulau Bali 2x dalam setahun.
  • Achievable (dapat dicapai): Semua impian yang ditulis berharap dapat dicapai, kan? Jadi kalian harus mencoba memisahkan antara impian yang masuk akal dengan impian yang tidak masuk akal. Impian yang tidak masuk akal misalnya ingin punya dinosaurus untuk dipelihara. Hehe, ampun ^^v
  • Realistis atau Relevan: Impian yang dibuat haruslah yang realistis dengan kondisi saat ini. Kalau pemasukan kalian kurang lebih 5 juta dalam sebulan dan kalian menargetkan punya rumah, mobil, gadget terbaru pada tahun depan. Sepertinya harus dirombak kembali.
  • Timely (Ada batas waktu): Misalnya impian kalian adalah punya rumah. Maka kalian perlu menargetkan pada tahun berapa impian itu dapat digapai.

Kokosten juga punya impian nih. Aku pengen banget buat traveling keliling Indonesia, salah satunya ke Pulau Rote dan Pulau Ndana. Pulau Ndana itu adalah pulau terluar Indonesia dan hanya dijaga oleh prajurit TNI. Setiap minggunya ada kapal yang mengirimkan logistic dan wisatawan diperbolehkan ikut. Kelak aku ingin pada tahun 2024 ini bisa berkunjung kesana. Dengan kondisi tiket pesawat, penginapan, dan perlengkapan serta mempertimbangkan kenaikan harga akupun menetapkan harus tercapai tabungan sebesar Rp 20.000.000,00.

Gak hanya itu, aku juga pengen financial freedom. Aku mulai berinvestasi pada salah satu instrument yaitu saham. Kalau saham harus beli dengan satuan lot (100 lembar) sehingga dana yang dibutuhkan cukup tinggi. Namun aku yakin ini bisa tercapai. Penasaran? Lihat tips ke-5 ya..

Tips #5 – Disiplin dan Konsisten

Disiplin dan konsisten adalah kunci supaya tabungan tersebut bisa digunakan. Sekecil apapun nominal tabungan yang kalian rencanakan akan sia-sia kalau tidak disiplin dan konsisten. Maksudnya apa? Setiap ada pemasukan jangan lupa untuk langsung disisihkan. Pertanyaannya adalah seberapa ingat kalian bisa menyisihkan dana untuk tabungan?

Jadi, bagaimana?

Yuk mulai menabung untuk menggapai impianmu!

Sumber Referensi:

[1]      K. A. Neukam and D. A. Hershey, “Financial inhibition, financial activation, and saving for retirement,” Financ. Serv. Rev., vol. 12, no. 1, p. 19, 2003.

[2]      G. T. Doran, “There’sa SMART way to write management’s goals and objectives,” Manage. Rev., vol. 70, no. 11, pp. 35–36, 1981.

#1 Selamat Datang

Halo! Selamat datang di blog Kokosten. Semoga info di blog ini dapat membantu kalian semua ya! Jangan lupa komentar di postnya kalau ada kritik atau saran maupun pertanyaan. Feel free to ask me!

#4 Bahasan Kokosten