Belajar Arti Hidup di Novel Perfect Dream

Buka Buku Episode 2

“Hati dan tanganmu harus selaras untuk mencapai harmoni yang mengalun indah.

Harmoni menciptakan keindahan, seperti halnya hubungan dengan sesama manusia.

Kalau komunikasi antar manusia tidak baik,

maka hubungan itu juga tidak baik”

Hai sobat Kokosten! Kembali lagi bersama Kokosten nih. Apa kabar? Semoga selalu diberkahi kebaikan yaa. Kali ini aku bakalan bahas sebuah novel di #BukaBuku Episode ke-2. Novel yang berjudul “PERFECT DREAM” ini mempunyai isi yang menarik untuk diulas dan juga konten yang cocok dikonsumsi di waktu apapun. Penasaran? Yuk simak ulasannya..

Berikut adalah identitas dari Novel Perfect Dream:

JudulPerfect Dream
GenreFiksi
Kategori Umur15+
PenulisRizki De
PenerbitSheila Publisher
PercetakanAndi Offset

Tahun Terbit

2019
CetakanPertama, 1st Published
Tebaliv + 268 halaman; 13×19 cm
Berat245 gram
ISBN978-623-7122-01-2
E-ISBN978-623-7122-00-5
HargaRp 118.000,00 (Harga Pulau Jawa) – Buku dan 2 DVD (Film Perfect Dream)

#Based on Movie Perfect Dream by Hestu Saputra

SINOPSIS NOVEL PERFECT DREAM

(Tulisan Sampul Belakang)

Perfect Dream

Adaptasi dari Film Perfect Dream

Aku membagi impianku menjadi dua bagian,

Impian singkat dan impian inti

Impian singkatku sederhana, aku hanya ingin segera 

menuntaskan tugas yang kini sedang aku jalani…

Dan impian intiku,

Menyelesaikan apa

Yang sudah

Kumulai.

Tapi, semua itu ada imbalannya.

Dibyo, seorang yang berambisi untuk mewujudkan seluruh mimpinya. Keberhasilannya diukur dari seberapa besar ia mampu memenuhi ambisinya. Hingga akhirnya ia berhasil menikasi Lisa Himawan. Namun, kegelapan yang tidak bisa ditutupi lagi dari mimpi dan keserakahan Dibyo menyeretnya dalam sebuah masalah.

Keluarganya berada di ambang kehancuran. Cinta yang dulu ia kejar tak lagi berarti saat Dibyo bertemu dengan Rina, seorang fotografer cantik pemilik galeri Kudo. Bahkan saat anak pertamanya kabur dari rumah, rasa yang selama ini Dibyo harapkan ada saat bertemu Lisa, perlahan sirnah seiring dengan kehadiran Rina yang semakin kuat dalam kehidupan Dibyo…

Akankah Dibyo berhasil mempertahankan keluarga dan mimpinya? Ataukan cinta Rina lebih berarti dari keluarga yang telah 25 tahun Dibyo bangun?

REVIEW TIME!!

Mengadopsi dari film yang sudah tayang sebelumnya, Rizki De sebagai penulis memiliki pandangan khusus yang menarik. Kebanyakan novel justru diadopsi menjadi film, namun Rizki De memiliki alasan tersendiri.

Jujur, aku belum pernah menonton film Perfect Dream sebelum baca buku ini. Jadi, aku putusin supaya baca buku ini dulu, menonton filmnya, dan kemudian membandingkan keduanya.

Kelebihan dari buku ini adalah alurnya yang ga ketebak. Serius! Berkali-kali aku baca buku, baru beberapa puluh halaman, lalu kepikiran akhir ceritanya dan ternyata benar. Tapi tidak dengan buku perfect dream. Alurnya jelas dan mantap. Pembaca seperti ditimang menuju imajinasinya masing-masing dan ga merasa sedang membaca buku. Setiap kata yang ada pada karya Rizki De memiliki ketepatan dan tidak monoton. Konflik yang dibawakan pun fresh dan membuat aku penasaran hingga gak sadar sudah membalik halaman terakhir.

Berbagai kata baru pun gak pernah aku baca sebelumnya. Misalnya mengerjap, terpekur, dan mencelos. Adanya kata-kata itu gak membuatku jengkel karena gak tau maksudnya. Justru membuatku makin percaya kalau penulis tidak apa adanya menulis buku ini secara gamblang. Pasti dipikirkan dengan serius dan punya kamus kata yang kaya.

Sebuah karya pasti memiliki segi yang perlu diperbaiki. Buku ini masih memiliki kesalahan kecil yang luput pengawasan, yaitu salah ketik. Hal ini dapat dilihat pada halaman 165, paragraf 3 yang bertuliskan “saudaraanya” seharusnya ditulis “saudaranya”. Juga pada halaman 180, kata “telingaanya” seharusnya “telinganya”. Gak cuma itu, yang aku sayangkan adalah pada konflik di klimaks yang berakhir begitu cepat. Padahal saat aku menonton film setelah baca novel ini, kegelisahan Dibyo adalah yang terlihat. Sayangnya aku ga mendapatkan kesan gelisah yang berlebih saat membaca penggalan tulisan di novel ini. Namun selebihnya, buku novel ini memiliki sajian yang lengkap untuk pembaca.

“Setiap orang punya mimpi…

Ada yang hanya berani memimpikan hal hal kecil

Di lain pihak ada juga orang-orang yang memimpikan hal-hal besar…

Aku memilih untuk bermimpi hal-hal besar”

Kata-kata tersebut yang temukan kalian temui saat melihat sampul depan buku ini. Layaknya tatapan pertama harus mengesankan, buku ini seperti mengajak kita untuk mau membuka halaman berikutnya dan memecahkan misteri yang ada. Buku ini dikemas dengan warna dominan hitam di sampulnya dan menyertakan gambar seorang pria berkacamata. Pria itu dalam kondisi masa mudanya dan masa tuanya. Kesan misterius dan elegan tersirat dari tatapan pria tersebut.

Menariknya lagi, aku dibuat salah tingkah dengan perjumpaan Bagus dan Rachell. Senyum-senyum sendiri melihat tingkah laku mereka di imajinasiku. Kata-kata yang sederhana namun bermakna membuat bacaan ini menjadi lebih ringan. Cocok dibaca kapanpun, mulai dari pagi hingga malam hari. Aku menyelesaikan buku ini dalam dua hari dengan durasi baca masing-masing 2-3 jam. Kalau kalian punya waktu senggang, aku yakin kalian bisa menyelesaikannya dalam waktu satu hari bahkan beberapa jam saja.

Kalau buku ini digambarkan alurnya bagai grafik seperti eksponensial. Pengenalan karakter dan suasana yang dikemas secara nyata menghantarkan kita menuju langkah derap kehidupan Dibyo.

Sedih, senang, kasmaran. bimbang, gusar, bahkan kelucuan pun mewarnai alur dari perfect dream. Yang paling aku apresiasi adalah bagaimana penulis menggambarkan suasana hati tokohnya dengan jelas hingga pembaca seolah merasakannya. Juga saat mendeskripsikan lokasi yang sangat detail sampai aku bisa seperti berada disana. Misalnya pada suasana di pelabuhan, lokasi kamar Rachel, dan lokasi lainnya. Memang teknik penulisannya magis!

KENAPA HARUS BACA "PERFECT DREAM"?

Novel ini cocok banget buat kalian yang ingin punya cara pandang baru. Juga yang ingin membaca karya fiksi namun tidak ingin terlalu berat dan tidak ingin alur yang murahan. Buat dbaca harian pun buku ini cocok dibaca apalagi saat senggang. Menurutku, target pembacanya bisa di anak-anak muda agar lebih kritis dalam menyikapi sesuatu. Juga tidak boleh memandang remeh sebuah permasalahan. Dijamin, setelah baca ini pasti ada perubahan dalam diri kalian. Tergantung bagaimana kalian membuka diri untuk menerima pesan dari Perfect Dream.

Novel ini juga menyadarkan kita kalo semua orang pasti punya masalahnya masing-masing. Aku dulu pernah berpikir, “enak ya jadi orang kaya, pasti gaada masalah!”. Setelah baca buku dan nonton film nya. Jadi merasa menjilat ludah sendiri. Buat aku makin bersyukur hidup saat ini dan harus melakukan sesuatu agar mengubah kondisi yang kurang baik. Tiada masalah tanpa solusi.

Novel ini justru lebih bagus dan menggambarkan secara gamblang suasana hati karakterya. Ketika aku nonton filmnya, aku rasa mereka terlalu cepat melakukan perpindahan gambar dan suasana. Sehingga yang seharusnya penonton terbawa suasananya, malah tanggung. Buku ini melengkapi kekosongan itu menjadi sebuah paket lengkap.

7 Hal yang Kokosten Suka dari Novel Perfect Dream

#1 Tulisan dengan Magis Visual!

 Tulisan yang dibuat Rizki De membuatku berimajinasi liar. Bahkan saat sedih jadi makin sedih, saat perjumpaan Bagus dengan Rachel malah ketawa sendiri saking lucunya. Keren!

#2 Tulisan dengan Magis Audio!

 Bahkan logat medok khas Surabaya terngiang saat membaca tulisan Rizki De ini. Betapa dekat penulis memposisikan pembaca agar benar-benar berada di situasi tersebut.

#3 Filosofi yang Mantap

 Novel ini dilengkapi dengan filosofi hidup, Seperti filosofi 2 cerutu, pesan Bu guru ke Anna, dan filosofi lainnya. Aku langsung merasa harus merefleksikan diri saat membacanya!

#4 Ada Kenangan di Surabaya

 Kokosten dekat banget dengan kenangan Surabaya. Dulu sempat kuliah disana. Jadi malah bisa melepas kangen pas baca ini. Juga dengan lokasi di kota Pahlawan.

#5 Pilihan Kata yang “Kaya”

Pilihan kata yang digunakan benar-benar elegan dan kaya. Berbagai kata dipilih agar menarik namun tidak membuat pembaca kesulitan.

#6 Penggambaran Karakter

Mengubah naskah film dengan ekspresi menjadi tulisan bukan hal yang mudah. Penulis harus memikirkan apa yang dipikirkan karakternya agar pembaca tau maksudnya. Novel Perfect Dream memilikinya!

#7 Alur Cerita yang Terjaga dan Tidak Monoton

Dengan buku novel setebal itu, penulis mempunyai tugas agar pembaca mau untuk membalik halaman dengan rasa ingin tau dan menarik. Novel ini punya konflik yang dihadapi oleh tiap karakternya. Kita bisa mendengar isi kepala dan karakter yang ada. Train of thought dan gejolak batin Lisa dan Bagus adalah hal yang paling aku kagumi dari segi penulisannya walau belum menonton filmnya.

Rizki De dengan ajaib memberikan kesan dekat antara pembaca dan karakternya untuk merasakan simpati dan empati. Ia berhasil delivery level pemahaman di kondisi yang ada. Jelas, ini pekerjaan yang gak mudah! Dua jempol buat Rizki De..

 

Koko Wow-Scale

Alur ga ketebak, amanat bagus. Pemilihan bahasa buat nyaman dibaca. Novel ini membuatku takjub dengan pemilihan kata yang elegan dan alur ceita yang terjaga. Filosofi yang dibawa juga kaya dan mengena. Aku belajar banyak ketika selesai menyelesaikan kata demi kata. Salah satunya adalah setiap orang pasti punya masalah, bahkan sekelas kalangan atas pun.

Btw deket banget sama lingkungan hidupku. Dulu aku kuliah di Surabaya dan sering banget ngeliat orang seperti Dibyo dan Lisa ini. Juga imajinasi tentang lingkungan yang digambarkan melalui tulisan, begitu NYATA!

KEREN BANGET POKOKNYA!

Koko Sten

Blogger - Profesional Videographer - Full Time Learner

Nah, gimana nih menurut kalian ulasan buku ini? Dijamin bisa bikin cara kita menyikapi suatu hal akan berubah. Aku rekomendasiin buku ini buat kalian. Kalau kalian tertarik buat beli bukunya, bisa cek di Penerbit Andi dan Sheila Publisher. Penerbit Andi punya website yang ada di www.andipublisher.com . Kalo aku belinya di Official Store Tokopedianya Penerbit Andi Yogyakarta, bisa klik disini. Jadi mudah banget kan belinya?

So, sampai jumpa di postingan berikutnya yaa!!! Babai~~~

#BukaBuku

Konten Buka Buku adalah pembahasan buku dengan tema bebas, selain traveling. Ada ulasan buku investasi juga loo..

#BahasBukuGan

Oh ya, Kokosten juga bahas buku khusus yang berhubungan dengan traveling. Juga ada tips dan informasi liburan lainnya.

DISCLAIMER: Semua gambar diambil oleh Kokosten. Dilarang mengambil gambar dan tulisan untuk keperluan pribadi atau dikomersialkan. Tulisan ini dibuat untuk mengikuti BEST REVIEW COMPETITION NOVEL PERFECT DREAM. Pihak Sheila Publisher dan Andi Publisher serta penulis Novel Perfect Dream diperkenankan menggunakan konten ini untuk tujuan publikasi. Stay Positive and Keep Reading!